SMP KATOLIK DON BOSCO BITUNG

Membentuk Generasi Beriman, Cerdas, dan Berkarakter

Sejarah Singkat Berdirinya

SMP Katolik Don Bosco Bitung didirikan pada tahun 1958. Sejak berdirinya, sekolah ini dikenal dengan nama Sekolah Menengah Pertama Roma Katolik Bitung (SMP RK Bitung). SMP RK Bitung berdiri setelah SMP Kristen Bitung yang didirikan pada tahun 1954.

Asumsi dasar pendirian sekolah ini adalah: Pertama, secara umum, adanya Sekolah-sekolah Rakyat Roma Katolik (SD RK sekarang) dan Sekolah Rakyat lainnya di Bitung merupakan sumber siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama. Kedua, secara khusus, dengan didirikannya Sekolah Menengah Pertama Roma Katolik di Bitung maka pendidikan berasas dan berakhlak Katolik dari para murid lulusan Sekolah-sekolah Rakyat Katolik tersebut dapat berlanjut.

Berdasarkan dua asumsi dasar tersebut, para pemrakarsa (Founders) mendesak supaya segera mendirikan Sekolah Menengah Pertama Roma Katolik di Bitung. Sejak saat itu bahkan hingga kini, sekolah ini merupakan Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama satu-satunya yang berasaskan iman Katolik di Bitung untuk menampung lulusan Sekolah Rakyat Katolik khususnya sebagaimana dicanangkan oleh Founders.

Para Tokoh Pendiri (Founders)

Selama kurun waktu lebih dari 66 tahun berdirinya SMP Katolik Don Bosco Bitung ini, terukir dengan tinta emas para Tokoh atau Founders yang selalu terkenang dan dikenang sepanjang masa.

Beliau-beliau itu antara lain adalah:

  • Bapak Alm. P.W. RAMOH
  • Bapak Alm. TINGGOGOY
  • Bapak D. KUNTAG
  • Bapak Alm. MONIAGA
  • Bapak Alm. J.F. KAMBEY
  • Bapak SIMON TASYAM
  • Bapak A.W. TEROK
  • Bapak LARGUS TEROK
  • Bapak Alm. M. LUNTUNGAN
  • Bapak MONINGKA
  • Bapak Alm. TANGKILISAN

Perjalanan Waktu

1958

Pendirian Sekolah

SMP Katolik Don Bosco Bitung resmi didirikan pada tahun 1958 dengan nama awal SMP Roma Katolik (SMP RK) Bitung sebagai wujud kepedulian Gereja Katolik terhadap pendidikan generasi muda di Kota Bitung.

1960

Guru Pemerintah

Sekolah memperoleh guru pemerintah yang diperbantukan ke sekolah swasta, menandai awal dukungan pemerintah terhadap pendidikan swasta.

1967

Pembentukan Paroki

Paroki Bitung terbentuk sebagai pemekaran wilayah Paroki St. Paulus Lembean, memperkuat landasan spiritual pendidikan.

1968

Afiliasi

Sekolah berafiliasi dengan SMP RK St. Yoseph Kleak Manado dan dikenal dengan nama SMP RK II Bersubsidi Manado di Bitung, berlokasi di SD RK I Bitung (depan Plaza sekarang).

1979

Berdiri Sendiri

Sekolah berkembang pesat dan berdiri sendiri di bawah Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado Perwakilan Bitung di lokasi sekarang Jalan P.M. Tangkilisan No. 18.

1980

Nama Baru: Don Bosco

Sekolah resmi menggunakan nama SLTP Katolik Don Bosco Bitung, mengadopsi nama Santo Yohanes Bosco sebagai pelindung dan inspirasi pendidikan.

2005

Perubahan Nomenklatur

Mengikuti kebijakan nasional, nama sekolah berubah dari SLTP menjadi SMP Katolik Don Bosco Bitung hingga sekarang.

2024

Era Digital

Implementasi Kurikulum Merdeka dan sistem pembelajaran digital termasuk platform E-Lapor untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era modern.

Perubahan Nama Sekolah

Sejak awal berdirinya sampai sekarang, sekolah ini mengalami perubahan nama:

1958 - 1980

SMP Roma Katolik Bitung

Nama awal yang digunakan selama 22 tahun pertama.

1980 - 2005

SLTP Katolik Don Bosco Bitung

Perubahan nama dengan adopsi nama Don Bosco dan istilah SLTP.

2005 - Sekarang

SMP Katolik Don Bosco Bitung

Nama yang digunakan hingga saat ini mengikuti nomenklatur nasional.

Kepala Sekolah (Principals)

Para Kepala Sekolah yang telah memimpin SMP Katolik Don Bosco Bitung sejak tahun 1958:

No Periode Nama Kepala Sekolah
1 1958 - 1959 P.W. RAMOH
2 1959 - 1961 LARGUS TEROK
3 1961 - 1963 F.X. MONIAGA
4 1963 - 1964 LENGKONG
5 1964 - 1970 WANGANIA
6 1970 - 1975 J.F. KAMBEY
7 1975 - 1977 Ny. TUJUH - RUNGKAT
8 1977 - 1980 F. KOYONGIAN
9 1980 - 1998 Ny. F.B. RUNTUWENE - RARUN
10 1998 - 1999 Sr. FRANSISCA DENDENG & KOSTAN MAMALU (plh)
11 1999 - 2015 Dra. REXTUTITA RAMOH
12 2015 - 2024 CONY MARIO, S.Pd, M.Pd.
13 Des 2024 - 14 Jul 2025 REGINA PAULINA SANDEHANG, S.Pd., M.Pd.
14 15 Jul 2025 - Sekarang ANASTASIUS TIOLONG, S.Pd.

Perkembangan Siswa

Pada awal berdirinya, sekolah ini menampung murid-murid sekolah rakyat (SR) yang bertempat tinggal di sekitar sekolah di Bitung. Jumlah umat Katolik dahulu sekitar lebih kurang 70 KK dari Madidir sampai Aertembaga.

Jumlah siswa sekolah berkembang terus-menerus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun-tahun terakhir, terdapat siswa-siswi yang berasal/bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah, seperti dari:

  • Girian
  • Manembo-nembo
  • Sagerat
  • Kecamatan Kauditan (Lilang, Langsot, dan Waleo)

Di samping itu, ada juga siswa yang berasal dari luar Kota Bitung seperti Minahasa, Manado, Gorontalo, Makassar, Jawa, Maluku, Batak (Sumatera), dan Irian Jaya.

Karakteristik Multikultural

Sekolah ini sejak awal berdirinya menerima siswa-siswi pribumi dan non pribumi. Mengingat bahwa Kota Bitung sebagai kota pelabuhan dan industri terbuka bagi ledakan penduduk besar-besaran yang datang dari berbagai tempat dan daerah.

Sehubungan dengan terbukanya lapangan kerja yang luas, Kota Bitung menjadi kota multi dimensi. Faktor ini mempengaruhi kuantitas dan keanekaragaman siswa di sekolah dengan ciri khas dan sifat yang multi dimensional. Hal ini merupakan tantangan bagi sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di masa yang akan datang.

Pencapaian

66+
Tahun Pengabdian
14
Kepala Sekolah
A
Akreditasi
10000+
Alumni

Santo Yohanes Bosco

"Pendidikan adalah hal yang menyangkut hati, dan hanya Tuhan yang menjadi Tuannya." Santo Yohanes Bosco (1815-1888) mengabdikan hidupnya untuk mendidik kaum muda dengan sistem pendidikan preventif yang menekankan kasih sayang, akal budi, dan agama. Filosofi ini menjadi landasan SMP Katolik Don Bosco Bitung dalam membentuk generasi beriman, cerdas, dan berkarakter.